Jumat, 21 Oktober 2016

Review Tugas Softskill Etika Bisnis



MODEL ETIKA DALAM BISNIS, SUMBER NILAI ETIKA DAN FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI ETIKA MANAJERIAL

1.         Pengertian Etika Bisnis
            Etika umum adalah yang menyangkut hal-hal umum yang berlaku dalam kehidupan sehari – hari. Sedangkan etika khusus adalah penerapan prinsip – prinsip dan norma - norma dalam bidang – bidang tertentu. Salah satu contoh etika khusus ini adalah etika bisnis,
            Etika bisnis adalah penerapan etika dalam dunia bisnis. Seperti etika terapan pada umumnya, bidang kajian etika bisnis terkategori dalam : level makro, level mikro, level individu dan level intenasional.

2.       Model Etika Dalam Bisnis
            Carrol dan Buchollz (2005) dalam Rudito (2007 : 49) membagi tiga tingkatan manajemen dilihat dari cara para pelaku bisnis dalam menerapkan etika dalam bisnisnya :
    •   Immoral Manajemen
Manajer yang memiliki manajemen tipe ini pada umumnya sama sekali tidak mengindahkan apa yang dimaksud dengan moralitas, baik dalam internal organisasinya maupun bagaimana dia menjalankan aktivitas bisnisnya.
    •  Amoral Manajemen
Tipe ini adalah para manajer yang dianggap kurang peka, bahwa dalam segala keputusan bisnis yang diperbuat sebenarnya langsung atau tidak langsung akan memberikan efek pada pihak lain.
    • Moral Manajemen
Manajer yang termasuk dalam tipe ini hanya menerima dan mematuhi aturan- aturan yang berlaku namun juga terbisa meletakan prinsip-prinsip etika dalam kepemimpinanya
3.         Pengertian Agama , Filosofi, Budaya dan Hukum
    • Agama
Agama adalah sumber dari segala moral dalam etika apapun dengan kebenarannya yang absolute 
    •  Filosofi
Pandangan hidup seseorang atau sekelompok orang. Arti Filosofi  yaitu studi mengenai kebijaksanaan, dasar dasar pengetahuan, dan proses yang digunakan untuk mengembangkan dan merancang pandangan mengenai suatu kehidupan
    •  Budaya
Ciri khas utama yang paling menonjol yaitu kekuluargaan dan hubungan kekerabatan yang erat. Definisi budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang, dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang, dan diwariskan dari generasi ke generasi
    •   Hukum
Biasanya hukum dibuat setelah pelanggaran – pelanggaran terjadi dalam komunitas. Arti hukum adalah sistem yang terpenting dalam pelaksanaan atas rangkaian kekuasaan kelembagaan.
4.        Ada Beberapa Faktor Yang Mempengaruhi Etika Mencakup :
a.       Leadership
Kepemimpinan (Leadership) adalah kemapuan individu untuk mempengaruhi memotivasi, dan membuat orang lain mampu memberikan kontribusinya demi efektifitas dan keberhasilan organisasi.
b.      Strategi dan Performasi
Fungsi yang penting dari sebuah manajemen adalah untuk kreatif dalam menghadapi tingginya tingkat persaingan yang membuat perusahaannya mencapai tujuan perusahaan terutama dari sisi keuangan tanpa harus menodai aktivitas bisnisnya berbagai kompromi etika.
c.       Karakter Individu
Merupakan suatu proses psikologi yang mempengaruhi individu dalam memperoleh, mengkonsumsi serta menerima barang dan jasa serta pengalaman.
d.      Budaya Organisasi
Menurut Mangkunegara, (2005:113), budaya organisasi adalah seperangkat asumsi atau sistem keyakinan, nilai-nilai dan norma yang dikembangkan dalam organisasi yang dijadikan pedoman tingkah laku bagi anggota-anggotanya untuk mengatasi masalah adaptasi eksternal dan integrasi internal.




Minggu, 03 Januari 2016

Pengertian Perilaku Konsumen, Pemikiran Tentang Konsumen, Penelitian Sebagai Suatu Bidang yang Dinamis

Pengertian perilaku konsumen dan menurut para ahli lengkap – Perilaku konsumen adalah proses yang dilalui oleh seseorang atau organisasi dalam mencari, membeli, memakai, mengevaluasi, dan membuang produk ataupun jasa setelah dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhannya. Atau definisi perilaku konsumen yang lainnya yaitu proses dan aktifitas saat seseorang atau organisasi berhubungan dengan pencarian, pemilihan, pembelian, pemakaian, dan pengevalusian produk atau jasa demi memenuhi keinginan dan kebutuhannya. Perilaku konsumen merupakan berbagai hal-hal yang mendasari konsumen untuk membuat keputusan pembelian produk atau jasa.
Perilaku konsumen akan diperlihatkan dalam beberapa tahap diantaranya tahap sebelum pembelian, pembelian, dan tahap setelah pembelian barang atau jasa. Pada tahap sebelum pembelian konsumen biasanya melakukan pencarian informasi mengenai produk dan jasa tersebut. Lalu pada tahap pembelian, konsumen melakukan pembelian produk atau jasa. Dan pada tahap setelah pembelian, konsumen akan melakukan konsumsi atau penggunaan produk, evaluasi kinerja produk atau jasa tersebut, dan pada akhirnya akan membuang produk atau jasa tersebut setelah digunakannya.
Berikut dibawah ini beberapa pengertian perilaku konsumen menurut para ahli:
 1. Menurut Schiffman dan Kanuk [2000]: adalah proses yang dilalui oleh seseorang dalam mencari, membeli, menggunakan, mengevaluasi, & bertindak pasca konsumsi produk, jasa maupun ide yang diharapkan bisa memenuhi kebutuhannya.
2. Lalu menurut, Schiffman & Kanuk: Merupakan studi yang mengkaji bagaimana individu membuat keputusan membelanjakan sumber daya yang tersedia & dimiliki (waktu, uang & usaha) untuk mendapatkan barang atau jasa yang akan dikonsumsi.
3. Dan menurut, John C. Mowen & Michael Minor : perilaku konsumen sebagai studi tentang unit pembelian (buying unit) & proses pertukaran yang melibatkan perolehan, konsumsi berbagai produk, jasa & pengalaman serta ide-ide.

Konsumen dapat merupakan seorang individu maupun suatu organisasi, mereka memiliki peran yang berbeda dalam perilaku konsumsi, mereka mungkin berperan sebagai initiator, influencer, buyer, payer atau user. Perilaku konsumen secara umum dibagi menjadi 2 (dua) yaitu perilaku konsumen yang bersifat Rasional dan bersifat Irrasional, berikut ciri-cirinya:

ciri-ciri perilaku konsumen yang bersifat Rasional, diantaranya seperti:
• Koumen memilih barang yang berdasarkan dengan kebutuhannya.
• Barang yang dipilih oleh konsumen memberikan manfaat atau kegunaan yang optimal bagi konsumen.
• Konsumen memilih barang yang kualitasnya terjamin.
• Konsumen memilih barang yang harganya sesuai kemampuan atau daya belinya.
Ciri-ciri perilaku konsumen yang bersifat Irrasional, diantaranya seperti:
• Konsumen cepat tertarik dengan iklan ataupun promosi di media cetak maupun media elektronik.
• Konsumen memiliki barang-barang bermerk yang sudah terkenal atau dikenal luas.
• Konsumen memilih barang bukan berdasarkan kebutuhannya, melainkan karena gengsi atau prestise.
Pendekatan Perilaku Konsumen, diantaranya ada 2 (dua) macam, yaitu:
Perilaku kardinal yaitu merupakan kepuasan individu atau seorang konsumen diukur dengan satuan kepuasan. Setiap menambahan satu unit barang yang dikonsumsi akan menambah kepuasan yang diperoleh konsumen tersebut dalam jumlah tertentu. Semakin banyak atau semakin besar jumlah barang yang dapat dikonsumsi maka semakin tinggi pula tingkat kepuasannya. Konsumen ini akan berusaha untuk memaksimalkan kepuasannya pada tingkat pendapatan yang dia dimiliki. Besarnya nilai kepuasan akan sangat bergantung pada konsumen yang bersangkutan. Konsumen ini dapat mencapai mencapai kepuasan yang maksimum jika dalam membelanjakan pendapatannya mencapai kepuasan yang sama pada berbagai barang.
Perilaku ordinal yaitu, dalam pendekatan ini daya guna suatu produk atau jasa tidak perlu diukur, cukup untuk diketahui saja dan konsumen mampu membuat urutan tinggi – rendahnya daya guna yang diperoleh dari mengkonsumsi sekelompok produk atau jasa.

2. Pemikiran yang Benar tentang Konsumen
a) Konsumen adalah RAJA
b) Motivasi dan perilaku konsumen dapat dimengerti melalui penelitian.
c) Perilaku konsumen dapat dipengaruhi melalui kegiatan persuasif yang menghadapi konsumen secara serius sebagai pihak yang berkuasa dan dengan maksud tertentu.
d) Bujukkan dan pengaruh konsumen memiliki hasil yang menguntungkan secara sosial asalkan pengamanan hukum, etika, dan moral berada pada tempatnya untuk mengekang upaya manipulasi.
Kewajiban produsen untuk memberikan informasi yang benar, jelas, dan jujur pada kemasan barang dan atau jasa yang diperdagangkan haruslah diimbangi oleh tanggung jawab konsumen dalam membaca dengan teliti kebenaran label dan iklan tersebut.
Upaya ini merupakan sesuatu hal yang penting untuk mendidik produsen agar mereka mengerti harus memberi apa atas imbalan yang mereka terima sekaligus mendidik konsumen untuk mengetahui mereka mendapatkan apa atas sejumlah harga yang di bayarkan.
Pada umumnya konsumen terpuaskan apabila manfaat atau kegunaan yang didapatkan sebanding bahkan lebih tinggi dari pengorbanan berupa harga yang telah dibayarkan.
Kewajiban pelaku usaha terhadap konsumennya harus dilaksanakan dengan benar sesuai dengan regulasi yang berlaku. Pasal 7 Undang-Undang No.8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen yang menjelaskankan apa yang menjadi kewajiban pelaku usaha, diantaranya:
a) Beritikad baik dalam melakukan kegiatan usahanya.
b) Memberikan informasi yang benar, jelas, dan jujur mengenai kondisi dan jaminan barang dan atau jasa serta memberi penjelasan penggunaan, perbaikan, dan pemeliharaan.
c) Memperlakukan atau melayani konsumen secara benar dan jujur serta tidak diskriminatif.
d) Menjamin mutu barang dan / jasa yang diproduksi dan atau jasa diperdagangkan berdasarkan ketentuan standar mutu barang dan atau jasa yang berlaku.
e) Memberi kesempatan kepada konsumen untuk menguji, dan atau mencoba barang dan atau jasa tertentu serta memberi jaminan dan atau garansi atas barang yang dibuat dan atau yang diperdagangkan.
f) Memberi kompensasi, ganti rugi dan atau penggantian atas kerugian akibat penggunaan, pemakaian dan pemamfaatan barang dan atau jasa yang diperdagangkan.
g) Memberi kompensasi ganti rugi dan atau penggantian apabila barang dan atau jasa yang diterima atau dimamfaatkan tidak sesuai dengan perjanjian.

3. Penelitian Konsumen sebagai Suatu Bidang yang Dinamis
A. Sifat dari Perilaku Konsumen
1) Consumer Behavior Is Dynamic
Perilaku konsumen dikatakan dinamis karena proses berpikir, merasakan, dan aksi dari setiap individu konsumen, kelompok konsumen, dan perhimpunan besar konsumen selalu berubah secara konstan. Sifat yang dinamis demikian menyebabkan pengembangan strategi pemasaran menjadi sangat menantang sekaligus sulit.
2) Consumer Behavior Involves Interactions
Dalam perilaku konsumen terdapat interaksi antara pemikiran, perasaan, dan tindakan manusia, serta lingkungan. Semakin dalam suatu perusahaan memahami bagaimana interaksi tersebut mempengaruhi konsumen semakin baik perusahaan tersebut dalam memuaskan kebutuhan dan keinginan konsumen serta memberikan value atau nilai bagi konsumen.
3) Consumer Behavior Involves Exchange
Perilaku konsumen melibatkan pertukaran antara manusia. Dalam kata lain seseorang memberikan sesuatu untuk orang lain dan menerima sesuatu sebagai gantinya.

B. Pendekatan dalam Meneliti Perilaku Konsumen
1) Pendekatan Interpretif
Pendekatan ini menggali secara mendalam perilaku konsumsi dan hal yang mendasarinya. Studi dilakukan dengan melalui wawancara panjang dan focus group discussion untuk memahami apa makna sebuah produk dan jasa bagi konsumen dan apa yang dirasakan dan dialami konsumen ketika membeli dan menggunakannya.
2) Pendekatan Tradisional.
Pendekatan ini didasari pada teori dan metode dari ilmu psikologi kognitif, sosial, dan tingkah laku serta dari ilmu sosiologi. Pendekatan ini bertujuan mengembangkan teori dan metode untuk menjelaskan perilaku dan pembuatan keputusan konsumen. Studi dilakukan melalui eksperimen dan survei untuk menguji coba teori dan mencari pemahaman tentang bagaimana seorang konsumen memproses informasi, membuat keputusan, serta pengaruh lingkungan sosial terhadap perilaku konsumen.
3) Sains Pemasaran
Pendekatan ini didasari pada teori dan metode dari ilmu ekonomi dan statistika. Pendekatan ini dilakukan dengan mengembangkan dan menguji coba model matematika berdasarkan hierarki kebutuhan manusia menurut Abraham Maslow untuk memprediksi pengaruh strategi marketing terhadap pilihan dan pola konsumsi, yang dikenal dengan sebutan moving rate analysis.

C. Pendekatan Perilaku Konsumen
1) Perilaku Kardinal
Kepuasan seorang konsumen diukur dengan satuan kepuasan (misalnya : uang). Setiap tambahan satu unit barang yang dikonsumsi akan menambah kepuasan yang diperoleh konsumen tersebut dalam jumlah tertentu. Semakin besar jumlah barang yang dapat dikonsumsi maka semakin tinggi tingkat kepuasannya.
2) Perilaku Ordinal
Dalam Pendekatan Ordinal daya guna suatu barang tidak perlu diukur, cukup untuk diketahui dan konsumen mampu membuat urutan tinggi rendahnya daya guna yang diperoleh dari mengkonsumsi sekelompok barang.

sumber: https://tiaandari.wordpress.com/2015/10/17/pengertian-perilaku-konsumen-pemikiran-tentang-konsumen-penelitian-sebagai-suatu-bidang-yang-dinamis/

Selasa, 02 Juni 2015

Ketahanan Nasional dibidang Ekonomi, Pangan, Politik, Sosial Budaya, Ideologi

1. Ketahanan Nasional dibidang Ekonomi

Ketahanan Nasional yaitu dimana suatu kondisi dinamika Negara yang telah meliputi segenap aspek dalam kehidupan Nasional yang berintegrasi,berisi keuletan dan ketangguhan. Yang banyak mengandung kemampuan dalam mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi dan mengatasi segala problema dan ancaman-ancaman (gangguan) baik yang datang dari dalam maupun dari luar, secara langsung maupun tidak langsung.

Ketahanan Nasional dalam bidang Ekonomi itu sendiri dapat tercermin dalam berbagai kondisi kehidupan pereknomian bangsa yang mana dalam bangsa tersebut dapat memelihara kemandirian Ekonomi Nasional Dalam pencapaian tingkat ketahanan Ekonomi yang diinginkanpun banyak
memerlukan pembinaan, diantaranya seperti
- Ekonomi kerakyatan harus menghindarkan sistem free fight liberalism, etatisme dan monopolistis.
- Pembangunan ekonomi memotivasi serta mendorong peran serta masyarakat secara
aktif.
- Sistem ekonomi Indonesia diarahkan untuk dapat mewujudkan kemaknmuran dan kesejahtaeraan yang adil dan merata di seluruh wilayah Indonesia.
- Pemerataan pembangunan dan pemanfaataan hasil- hasilnya senantiasa
memperhatikan keseimbangan antar sektor dan antar wilayah.
- Struktur ekonomi dimantapkan secara seimbang dan saling menguntungkan dalam keterpaduan antar sektor pertanian, industri serta jasa.

Dampak dari pengaruh ketahanan nasional dalam bidang Ekonomi itu pun banyak
mengundang pertanyaan dari berbagai kalangan masyrakat.
Misalnya Naiknya harga BBM, dimana Pemerintah merencanakan akan menaikkan
harga BBM pada tanggal 1 April 2012, yang banyak membuat masyarakat semakin merasa resah atas keputusan tersebut,
unjuk rasa dan protes pun
banyak dilakukan. Kebanyakan unjuk rasa tersebut dilakukan dari kalangan menengah bawah dan masyarakat tidak mampu seperti buruh,petani,nelayan pedagang hingga mahasiwa. Mereka menuturkan bahwa pihak yang paling menderita dengan kenaikan harga BBM ini adalah rakyat kecil karena kemampuan memenuhi kebutuhan hidup akan semakin sulit.

2. Ketahanan Nasional dibidang Pangan

Ketahanan pangan seringkali diidentikkan dengan suatu keadaan dimana pangan
tersedia bagi setiap individu setiap
saat dimana saja baik secara fisik,
maupun ekonomi. Ada tiga aspek
yang menjadi indikator ketahanan pangan suatu wilayah, yaitu sektor ketersediaan pangan, stabilitas ekonomi (harga) pangan, dan akses fisik maupun ekonomi bagi setiap individu untuk mendapatkan pangan.
Ketahanan pangan mencerminkan ketersediaan bahan makanan yang cukup, sama dalam jumlah maupun kualitas dan berbagai bahan makanan yang dapat digunakan.
Menurut World Food Confrence on Human Right (1993) dan World Food Summit (1996) ketahanan pangan adalah kondisi terpenuhinya keperluan zat setiap individu dalam jumlah dan kualitas, agar dapat hidup aktif dan selalu sehat serta sesuai dengan kondisi budaya tempat
tinggal. Bertitik tolak dari definisi diatas, persoalan jaminan ketahanan pangan tidak hanya sebatas bagaimana pencapaian pengeluaran pertanian oleh suatu negara atau daerah secara kuantitas mampu mencukupi keperluan masyarakat, namun yang lebih penting adalah merupakan persoalan yang lebih kompleks, yang memiliki perspektif pembangunan dan ekonomi politik.
Ketahanan pangan dipandang sebagai hal yang sangat penting dalam rangka Pembangunan nasional untuk
membentuk manusia Indonesia berkualitas, mandiri, dan sejahtera. Untuk mencapai tujuan tersebut perlu diwujudkan
ketersediaan pangan yang cukup, aman, bermutu, bergizi dan beragam serta tersebar merata di seluruh wilayah Indonesia dan terjangkau oleh daya beli
masyarakat (Dewan Ketahanan Pangan, 2002). Ketahanan pangan menurut Undang-undang Nomor 7 Tahun 1996, diartikan sebagai kondisi terpenuhinya
pangan bagi rumah tangga yang tercermin dari tersedianya pangan yang cukup, baik jumlah maupun mutunya, aman, merata dan terjangkau. Pangan adalah segala sesuatu yang berasal dari sumber hayati dan air, baik yang diolah maupun tidak diolah yang
diperuntukkan sebagai makanan atau minuman bagi konsumsi manusia, termasuk bahan tambahan pangan, bahan baku
pangan, dan bahan lain yang digunakan dalam proses penyiapan, pengolahan, dan/atau pembuatan makanan atau
minuman. Ketahanan pangan
sesungguhnya sangat erat kaitannya dan berpengaruh besar terhadap sektor produksi suatu negara, yang kemudian berpengaruh pada devisa suatu negara, yang akan dimanfaatkan dalam sektor ekspornya, dan akan berdampak pada
pertumbuhan ekonomi suatu negara. Selain itu, ketahanan pangan pun sangat erat
kaitannya dengan kebijakan- kebijakan politik suatu negara, tentang persetujuan kerja sama antar aktor dalam sektor pangan, kebijakan-kebijakan pembangunan, dan pengelolaan sumberdaya alam berkelanjutan dalam suatu sistem. Berangkat dari pemahaman tersebut, sehingga ketahanan pangan menjadi salah satu wacana yang cukup berpengaruh dalam bidang ekonomi politik.

3. Ketahanan Nasioanal dibidang Politik

Ketahanan pada aspek politik
diartikan sebagai kondisi dinamik
kehidupan politik bangsa yang berisi
keuletan, ketangguhan dalam
menghadapi dan mengatasi
tantangan, ancaman, hambatan serta
gangguan yang datang dari luar
maupun dari dalam secara langsung
maupun tidak langsung untuk
menjamin kelangsungan hidup politik
bangsa dan negara Republik
Indonesia berdasarkan Pancasila dan
UUD 1945.
Ketahanan pada Aspek Politik
Dalam Negeri
Sistem pemerintahan yang
berdasarkan hukum, tidak
berda¬sarkan kekuasaan yang
bersifat absolut, dimana kedaulatan
berada di tangan rakyat dan
dilakukan sepenuhnya oleh MPR
sebagai penjelmaan seluruh rakyat.
Mekanisme politik yang
memungkinkan adanya perbedaan
pendapat. Namun perbedaan tersebut
tidak menyangkut nilai dasar,
sehingga tidak menjurus pada konflik
fisik. Di samping itu, timbulnya
diktator mayoritas dan
tirankaminoritas harus dicegah.
Kepemimpinan Nasional mampu
mengakomodasikan aspirasi yang
hidup dalam masyarakat dan tetap
berada dalam lingkup Pancasila, UUD
1945 dan Wawasan Nusantara.
Terjalin komunikasi politik timbal
balik antara pemerintah dan
masyarakat dan anata kelompok /
golongan dalam masyarakat dalam
rangka mencapai tujuan nasioanal
dan kepentingan nasional.

4. Ketahanan Nasional dibidang Budaya Sosial

Ketahanan pada aspek sosial budaya
merupakan salah satu pilar yang penting
untuk menyangga kelangsungan hidup
bangsa dan negara Republik Indonesia
sebagaimana tercantum dalam UUD 1945 pasal
32 : “Kebudayaan nasional itu adalah
kebudayaan yang timbul sebagai usaha budi
daya rakyat Indonesia seluruhnya.
Kebudayaan lama dan asli yang terdapat
sebagai puncak dan kebudayaan di daerah-
daerah di seluruh Indonesia, terhitung
sebagai bangsa. Usaha kebudayaan harus
menuju ke arah kemajuan adab, budaya, dan
persatuan, dengan tidak menolak bahan-
bahan dari kebudayaan asing yang dapat
memperkembangkan atau memperkaya
kebudayaan bangsa sendiri, serta
mempertinggi derajat kemanusiaan
Indonesia” .
Perinsip Persatuan Indonesia, memberikan
acuan bahwa pola fikir, sikap dan tindak
bangsa Indonesia harus mengarah pada
keutuhan dan kokohnya Negara Kesatuan
Republik Indonesia. Dengan memiliki prinsip
nasionalisme bangsa Indonesia yang
diarahkan agar bangsa Indonesia senantiasa
Menempatkan persatuan – kesatuan,
kepentingan dan keselamatan bangsa dan
negara di atas kepentingan pribadi atau
kepentingan golongan. Menunjukkan sikap
rela berkorban demi kepentingan Bangsa
dan Negara, Bangga sebagai bangsa
Indonesia dan bertanah air Indonesia, tidak
rendah diri, mengakui persamaan derajat,
persamaan hak dan kewajiban antara sesama
manusia dan sesama bangsa, menumbuhkan
sikap saling mencintai sesama manusia,
mengembangkan sikap tenggang rasa, tidak
semena-mena terhadap orang lain, gemar
melakukan kegiatan kemanusiaan, senantiasa
menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, berani
membela kebenaran dan keadilan, merasa
bahwa bangsa Indonesia merupakan bagian
dari seluruh umat manusia, terutama warga
Indonesia. Dalam hal terjadinya konflik
kepentingan, kepentingan bangsa diletakan
diatas kepentingan pribadi, klompok,
golongan dan daerah.

5. Ketahanan Nasional dibidang Ideologi

Ideologi disebut juga
falsafah negara, pandangan hidup, dan
pandangan dunia, rukun negara, atau
landasan ideal. Sesuai dengan
kompleksitas kehidupan manusia,
ideologi menjabarkan diri dalam nilai,
karena itu ideologi berarti pula sistem
nilai yang tersusun secar sistematis dan
merupakan kebulatan ajaran atau
doktrin.
Menurut Pusat Study
Kewiraan (1980:87), Pengertian
ketahanan nasional dibidang ideologi
adalah kondisi dinamik suatu bangsa,
berisi keuletan dan ketangguhan yang
mengandung kemampuan
mengembangkan kekuatan nasinal
didalam menghadapi dan mengatasi
segala tantangan, ancaman, hambatan
serta gangguan, baik yang datang dari
luar maupun dari dalam yang langsung
maupun tidak langsung membahayakan
kelangsungan kehidupan ideologi suatu
bangsa dan negara.
Faktor yang
mempengaruhi ketahanan nasional dalam
aspek ideologi adalah Keampuhan suatu
ideologi tergantung pada rangkaian
nilai yang dikandungnya, yang dapat
memenuhi serta menjamin segala
aspirasi hidup dan kehidupan manusia
baik secara pribadi makhluk sosial
maupun sebagai warga negara sesuai
dengan kodrat dan ibadat Tuhan Yang
Maha Esa. Memiliki yang sempurna dan
cocok belum menjamin ketahanan
nasional dibidang ideolgi. Untuk
mencapai ketahanan nasioanal dibidang
ideologi diperlukan penghayatan dan
pengamalan ideologi secara sungguh-
sungguh. Makin tinggi kesadaran dan
ketaatan suatu bangsa dalam
mengamalkan ideologi negaranya makin
tinggi pula tinggkat ketahanan
nasional dibidang ideologinya.
Upaya memperkuat
Ketahanan Ideologi memerlukan
langkah pembinaan berikut:
• Pengamalan pancasila secara
obyektif dan subyektif
• Pancasila sebagai pandangan hidup
bangsa dan negara Republik
Indonesia
• Pendidikan moral Pancasila
• Sesanti Bhineka Tunggal Ika dan
konsep Wawasan Nusantara
bersumber dari Pancasila

Sumber:
warungomoscar.blogspot.in/2013/06/ketahanan-nasional-pada-aspek-ekonomi.html?m=1

civicsedu.blogspot.in/2012/06/ketahanan-pangan.html?m=1

nakruten.blogspot.in/2013/05/ketahanan-nasional-pada-aspek-politik.html?m=1

ekasubali41.blogspot.in/2013/05/karya-tulis-tentang-ketahanan-nasional.html?m=1

wawanhariskurnia.blogspot.in/2012/12/ketahanan-nasional.html?m=1

Definisi dan Macam-macam Pertahanan Nasional

Pengertian ketahanan nasional adalah kondisi
dinamika, yaitu suatu bangsa yang berisi
keuletan dan ketangguhan yang mampu
mengembangkan ketahanan, Kekuatan nasional
dalam menghadapi dan mengatasi segala
tantangan, hambatan dan ancaman baik yang
datang dari dalam maupun dari luar. Juga
secara langsung ataupun tidak langsung yang
dapat membahayakan integritas, identitas
serta kelangsungan hidup bangsa dan negara.
Dalam perjuangan mencapai cita-cita/tujuan
nasionalnya bangsa Indonesia tidak terhindar
dari berbagai ancaman-ancaman yang kadang-
kadang membahayakan keselamatannya. Cara
agar dapat menghadapi ancaman-ancaman
tersebut, bangsa Indonesia harus memiliki
kemampuan, keuletan, dan daya tahan yang
dinamakan ketahanan nasional.
Kondisi atau situasi dan juga bisa dikatakan
sikon bangsa kita ini selalu berubah-ubah
tidak statik. Ancaman yang dihadapi juga
tidak sama, baik jenisnya maupun besarnya.
Karena itu ketahanan nasional harus selalu
dibina dan ditingkatkan, sesuai dengan kondisi
serta ancaman yang akan dihadapi. Dan inilah
yang disebut dengan sifat dinamika pada
ketahanan nasional.
Kata ketahanan nasional telah sering kita
dengar disurat kabar atau sumber-sumber
lainnya. Mungkin juga kita sudah memperoleh
gambarannya.
Untuk mengetahui ketahanan nasional,
sebelumnya kita sudah tau arti dari wawasan
nusantara. Ketahanan nasional merupakan
kondisi dinamik yang dimiliki suatu bangsa,
yang didalamnya terkandung keuletan dan
ketangguhan yang mampu mengembangkan
kekuatan nasional.
Kekuatan ini diperlukan untuk mengatasi
segala macam ancaman, tantangan, hambatan
dan gangguan yang langsung atau tidak
langsung akan membahayakan kesatuan,
keberadaan, serta kelangsungan hidup bangsa
dan negara. Bisa jadi ancaman-ancaman
tersebut dari dalam ataupun dari luar.

Macam-macam Pertahanan Nasional

Perwujudan ketahanan nasional terbagi :

1. Perwujudan Ketahanan Nasional Indonesia
dalam Trigarta, terbagi menjadi :
a. Aspek lokasi dan posisi Geografis Wilayah
Indonesia
b. Aspek Keadaan dan Sumber-sumber
Kekayaaan Alam
c. Aspek Penduduk
2. Perwujudan Ketahanan Nasional dalam
Pancagatra, terbagi menjadi :
a. Ketahanan Nasional Dalam Bidang Ideologi
b. Ketahanan Nasional Dalam Bidang Politik
c. Ketahanan Nasional di Bidang Ekonomi
d. Ketahanan nasional dibidang social budaya
e. Ketahanan nasional dibidang pertahanan
keamanan
Untuk mewujudkan keberhasilan ketahanan
nasional diperlukan kesadaran setiap warga
Negara Indonesia, yaitu :
1. Memiliki semangat perjuangan bangsa dalam
bentuk perjuangan non fisik yang berupa
keuletan dan ketangguhan yang tidak
mengenal menyerah yang mengandung
kemampuan mengembangkan kekuatan nasional
dalam rangka menghadapi segala ancaman,
gangguan, tantangan dan hambatan baik yang
datang dari luar maupun dari dalam, untuk
menjamin identitas, integritas, kelangsungan
hidup bangsa dan negara serta perjuangan
mencapai tujuan nasional.
2. Sadar dan peduli terhadap pengaruh-
pengaruh yang timbul pada aspek ideologi,
politik, ekonomi, sosial budaya dan pertahanan
keamanan, sehingga setiap warga Negara
Indonesia baik secara individu maupun
kelompok dapat mengeliminir pengaruh
tersebut, karena bangsa Indonesia cinta
damai akan tetapi lebih cinta kemerdekaan.
Hal itu tercermin akan adanya kesadaran bela
negara dan cinta tanah air. Apabila setiap
warga negara Indonesia memiliki semangat
perjuangan bangsa dan sadar serta peduli
terhadap pengaruh yang timbul dalam
bermasyarakat, berbangsa dan bernegara
serta dapat mengeliminir pengaruh-pengaruh
tersebut, maka akan tercermin keberhasilan
ketahanan nasional Indonesia. Untuk
mewujudkan ketahanan nasional diperlukan
suatu kebijakan umum dari pengambil
kebijakan yang disebut Politik

Sumber:
https://khairulchaniago.wordpress.com/pengertian-arti-definisi-ketahanan-nasional-bangsa-negara-indonesia/
https://joywahidin.wordpress.com/2013/06/08/strategi-untuk-menjaga-ketahanan-nasional/

PROBLEM VOCABULARY AND PREPOSITIONS

The following words are often misused by native english speakers as well as non native speakers. Sometimes the spelling are so similiar tha...